🏗️ Opsi 1: Proyek "Mini Data Center: High Availability"
Skenario ini mengajarkan siswa bagaimana perusahaan besar menjaga website mereka agar tidak pernah mati (Zero Downtime).
- Tugas: Siswa membuat 3 buah Container (LXC) di dalam Proxmox.
- LXC 1 & 2: Sebagai Web Server (Nginx/Apache) yang isinya sama.
- LXC 3: Sebagai Load Balancer (menggunakan Nginx atau HAProxy).
- Goal: Saat Guru mengakses IP Load Balancer, website muncul. Lalu, Guru akan mematikan paksa salah satu Web Server.
- Indikator Lulus: Website harus tetap bisa diakses tanpa gangguan. Ini akan membuat siswa paham bagaimana server Facebook/Google bekerja.
🔒 Opsi 2: Proyek "Cyber Security & VPN Gateway"
Skenario ini fokus pada keamanan jaringan (materi krusial di ASJ).
- Tugas:
- Instal satu VM berupa Router OS (bisa MikroTik CHR atau pfSense) di dalam Proxmox.
- Instal satu VM/LXC sebagai Server Database rahasia.
- Atur Firewall agar Server Database TIDAK BISA diakses dari luar, kecuali lewat jalur VPN.
- Goal: Siswa harus mendemonstrasikan cara koneksi ke VPN dulu dari laptop mereka, baru bisa membuka database tersebut.
- Indikator Lulus: Keamanan data terjaga dan jalur tunneling VPN terbentuk.
🚀 Opsi 3: Proyek "Automated Web Hosting" (SaaS)
Siswa berperan sebagai penyedia layanan Hosting (seperti Niagahoster atau DomaiNesia).
- Tugas:
- Membuat satu VM "Master Template" yang sudah terinstal LAMP Stack (Linux, Apache, MySQL, PHP).
- Siswa harus melakukan Cloning dari template tersebut menjadi 3 sub-hosting berbeda untuk "klien" yang berbeda.
- Setiap klien punya domain berbeda (gunakan DNS lokal/file hosts).
- Goal: Efisiensi waktu. Siswa tidak boleh instal dari nol, harus pakai fitur Clone atau Template Proxmox.
- Indikator Lulus: Dalam 5 menit, siswa mampu menyediakan 3 server siap pakai untuk klien.